BERITA TERKINI DPRD KABUPATEN NGANJUK

Posted on 9 April 2019 by Admin

PAWAI BUDAYA DALAM RANGKA HUT NGANJUK TARIK ANIMO MASYARAKAT

NGANJUK - Rangkaian peringatan hari jadi ke-1082 Kabupaten Nganjuk masih belum usai. Sebagaimana informasi yang beredar, usai acara puncak yang ditandai dengan upacara peringatan HUT Nganjuk di GOR Bung Karno, Begadung Kecamatan Nganjuk, acara akan dilanjutkan dengan pawai budaya. Sehari sebelumnya, pawai alegoris dan kirab pusaka sudah dilaksanakan sebagai awal atau pembukaan peringatan HUT Kabupaten Nganjuk. Kali ini ribuan warga Bumi Anjuk Ladang pun tak mau ketinggalan untuk melihat pawai budaya/carnival yang digelar Pemerintah Daerah. Hal ini terbukti banyaknya masyarakat yang memadati sepanjang rute untuk menyaksikan agenda tahunan itu.

Rute yang ditempuh pun tidak jauh beda dengan ketika pawai budaya/carnival ketika perayaan HUT RI yang diadakan setiap Bulan Agustus. Start di depan pendapa sekitar pukul 10.00 WIB dan sebanyak 18 peserta pawai harus melewati rute yang ditentukan panitia. Mulai Jl Basuki Rahmat, Jl Merdeka, Jl Diponegoro. Kemudian, masuk ke perempatan terminal lama hingga ke Jl Barito dan finish di GOR Bung Karno.

Animo masyarakat tidak hanya datang dari warga, tapi juga dari peserta. Hal ini nampak dari belasan peserta pawai tersebut. Yang mana tidak semuanya berasal dari Kabupaten Nganjuk. Lima di antaranya berasal dari perwakilan kota/kabupaten tetangga. Mulai dari Kabupaten Bojonegoro, Madiun, Ponorogo, Situbondo dan Kota Kediri. Mereka sungguh menyiapkan kostum terbaik agar bisa memberikan penampilan yang menghibur warga.  

Untuk diketahui, berbagai seni dan budaya dipentaskan dalam pawai kemarin. Misalnya, perwakilan dari Kabupaten Bojonegoro yang mementaskan sendra tari pemberantasan hama berjudul Raja Mala. Sedangkan Kabupaten Ponorogo mementaskan reog.

Sementara dari dalam daerah yang cukup menarik perhatian adalah kreasi kostum karnival hingga tarian dolanan tradisional dari sejumlah sekolah di Nganjuk. Tarian tersebut sengaja dibawa untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya melestarikan permainan zaman dulu. “Sekarang dolanan tradisional sudah jarang dimainkan anak-anak semua sudah pada sibuk pegang gawai sendiri-sendiri jarang bersosialisasi,” ujar Kepala SMAN 3 Nganjuk yang memprakarsai tarian dolanan tersebut.

Dia mengungkapkan, ada sekitar 50 siswa yang terlibat di pawai kemarin. Mereka merupakan gabungan dari kelas 10 dan 11. Sejak dini hari, puluhan anak didiknya tersebut sudah bersiap sebelum start sekitar pukul 10.45. “Setiap tahun sekolah kami memang terlibat dalam pawai hari jadi,” pungkas pria asal Bondowoso ini.

Acara pawai budaya/carnival dibuka oleh Bupati Novi Rahman Hidhayat yang untuk kali pertama membuka acara pawai budaya dalam rangka HUT Nganjuk. Pria empat anak ini mengaku terkesan dengan kreativitas para peserta baik yang berasal dari wilayah Nganjuk maupun peserta dari luar Nganjuk. “Kegiatan seperti ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya dan tentu ini patut diapresiasi karena ada kreativitas yang tinggi dari para peserta. Ini merupakan aset bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Jangan sampai kemajuan teknologi menghilangkan warisan leluhur. Kreativitas juga harus terus tumbuh di kalangan generasi muda khususnya” ujarnya.

Melihat animo masyarakat yang tinggi, Bupati Novi juga berjanji akan menggelar pawai budaya secara rutin. Karena menurutnya pawai budaya ini bisa juga membantu perekonomian warga meski tak nampak selain sebagai hiburan bagi masyarakat Nganjuk. Yang tak kalah penting adalah bisa menarik wisatawan baik dalam maupun luar daerah. Tak hanya memperhatikan seni dan budaya, Bupati muda itu juga berharap ke depan Kabupaten Nganjuk semakin maju dan berprestasi. Tidak hanya di tingkat Provinsi tapi juga tingkat nasional. (Tim)

kembali ke [MENU BERITA]

Galeri Foto

Lokasi Kami

Hubungi Kami

Sekretariat DPRD Kabupaten Nganjuk

Alamat: Jl. Gatot Subroto Nganjuk
Telephone: +62358-323495
Fax: +62358-327183